Tuesday, October 8, 2013

Trip and Tips : Malaysia



Akhirnya sampai di Malaysia tepatnya di stasiun KL Sentral pukul 07.30 pagi. KL sentral ini semacam Dukuh Atasnya Transjakarta, jadi banyak tujuan sekaligus tempat transit menuju stasiun2 berikutnya. Tapi, tempatnya sangat modern nan luas serta sudah terintegrasi dengan moda transpotasi lainnya. LRT, Monorail, dan Kommuter Line juga ada. 

Sampai disana, sayapun langsung menuju bilik mandi di lantai bawah. Membayar 5RM kita bisa menikmati shower dan merasakan kesegaran setelah seharian tubuh tidak menyentuh H2O #seemslebbay wkwk. Jika membawa orangtua atau kaka yang kurang sabar atau tidak biasa travelling saya sarankan untuk tidak singgah di bilik mandi ini, kenapa? Kaka saya sampe marah-marah gajelas karena antriannya lama banget dan saya tak kunjung menghampiri doi yang duduk-duduk sendirian di ruang tunggu atas. Walhasil, suasana mulai tak begitu kondusif. Tapi perlahan case closed juga kok #yaiyalah masa diterusin.

Perjalanan kami lanjutkan ke Little India. Naik monorail ambil arah Masjid Jamek. Disana kita bisa melihat jajaran toko-toko yang menjual kain sari khas wanita India dan busana2 lainnya. Masuk ke dalam lagi kita akan menjumpai masjid India. Disinilah pusat kebudayaan penduduk Malaysia keturunan India.

suasana di sekitar Little India


Mencari peginapan

Karena badan cukup gempor dan kaki sudah tak kuasa menopang beratnya kehidupan ini #hish, kamipun menuju Bukit Bintang untuk mencari penginapan. Turis macem2 dari segala penjuru dunia ada. Numpah deh pokoknya haha. Ga nyangka KL yang biasa gini bisa kedatangan turis mancanegara menyerupai Bali. Nah, tidak cukup lama kami mengobrak-abrik hotel-hotel yang berjejer di sepanjang kawasan Bukit Bintang. Ada puluhan hostel dan berbagai hotel dengan berbagai pilihan disini. Harganyapun bervariasi. Dan pilihan kami jatuh pada The Malaysia Hotel, penginapan kelas menengah yang dari luar tampak biasa saja namun di dalam cukup nyaman dan berbobot. Hanya dengan satu ratus alias 100 RM kita bisa menikmati fasilitas diantaranya AC, TV, Toilet, wifi yang teramat kencang, jendela dan tentunya kasur yang nyaman dan bikin bobok-ganteng-able hehe. 

Kenapa ga di hostel aja lebih murah? Jadi gini, kalo saya sih oke-oke aja, masalahnya kan bawa kaka cewe tuh jadi kurang recommended aja kalo tinggal di hostel. Rekomendasi hotel yang juga nyaman yakni di sekitar ChinaTown. Dan waktu menunjukkan pukul 11.30, saatnya kita merecharge otak dan otot untuk berelaksasi sesungguhnya.  Selamat siang! Kami istirahat dulu.

Mutlak! Menuju PetronasTwin Tower

Sore pukul 16.00 kami bersiap-siap menuju ikon paling populer di negeri ini, Petronas Twin Tower.  Sebelumnya kami mengunjungi Berjaya Times Square, sebuah pusat perbelanjaan kelas atas yang tidak jauh dari Bukti Bintang. Membeli beberapa titipan saudara2 kami sekalian pesen tiket Bus StarMart Express yang akan mengantarkan kami kembali di Singapore untuk bertandas menuju Jakarta hari esoknya. Tarifnya 45 RM per orang. Terbilang murah karena ternyata lebih enak, lebih cepat dan lebih efisien dalam hal penurunan penumpang untuk cek poin di imigrasi. Baiklah, menuju petronas Tower, naik monorel dari stasiun Imbi tepat di depan Berjaya Square dan turun di stasiun Bukit Nanas, kita tinggal jalan 300 meter menuju pelataran depan Petronas Tower. Di tengah perjalanan bisa mengunjungi MATIC atau Malaysia Tourism Center untuk info-info wisata dan lainnya. Sayangnya, karena hari itu senin maka kantor MATIC sedang tutup, hiks. Opsi lain bisa menggunakan LRT dan turun di stasiun KLCC yang notabene tidak perlu jalan lagi karena stasiunnya sudah terhubung dengan gedung Petronas itu sendiri.

Kantor Malaysia Tourism Center

Kamipun berfoto-foto ria sembari mencari angle yang pas agar ujung atas menara petronas ini bisa terlihat dengan jelas, hehe. Masuk ke dalam kita akan menjumpai Mall KLCC Suria. Selain bisa shopping, bagi anda pecinta ilmu pengetahuan khususnya perminyakan, bisa mengunjungi petrosains di lantai atas mall ini. Harganya bisa dicek di web resmi KLCC Suria. Oia, kalo ingin naik ke jembatan (skybridge) di lantai 42, atur perjalanan kalian agar tidak mengunjungi menara ini pada hari senin karena tidak dibuka untuk umum.

Agenda wajib hari ini : mejeng depan Petronas Twin Tower. haha!

Saatnya kami mengakhiri petualangan hari kedua ini. Kembali pulang ke penginapan dengan rute yang sama. Bukit Bintang ini seolah tak pernah redup. Makin malam makin ramai saja suasananya. Maklum selain numpah turis dari mana-mana, ada pusat perbelanjaan elektronik tepat dibelakang hotel kami. Kedai-kedai makanan mulai dari Western food, Chinese Food hingga penganan Timur Tengah juga banyak kita temukan disini. Toko-toko souvenir dan oleh-oleh khas Malaysia juga banyak berserakan di sekitar jalan Alor dan pertigaan. Sederhananya, Bukit Bintang ialah surganya para turis di Malaysia. Dari sini juga tampak panorama KL Tower yang indah bercahaya. Kamipun kembali beristirahat karena harus check-out sebelum jam 12 siang.

suasana di Bukit Bintang yang tak pernah sepi


Saatnya ke Batu Caves

Tujuan terakhir kami di negeri  melayu ini ialah Batu Caves yang terletak 13 km ke arah utara KL. Disini ada patung Budha Lord Murugan menjulang setinggi 200 meter. Perjalanan menuju Batu Caves cukup mudah dan murah. Naik LRT ke KL Sentral, lalu cari stasiun Kommuter Line. Tarifnya hanya 1 RM, padahal keretanya sangat bagus dan bersih serta bisa menampung lebih dari 2000 penumpang duduk dan berdiri. Hanya saja, komuter tampak sepi dan kamipun tetap menikmati perjalanan sambil melihat-lihat panorama kota Kuala Lumpur di sepanjang perjalanan yang memakan waktu 40 menit.


yeay, akhirnya berfoto depan Patung Murugan tertinggi di dunia
Cerita lengkap tentang Batu Caves bisa dilihat di Batu Caves : Spot yang wajib dikunjungi di Kuala Lumpur

Chinatown kemudian menjadi tujuan terakhir kami. Mencari oleh-oleh dan bersantai sejenak di penginapan pelancong lain yang kami temui di Batu Caves. Mereka adalah ibu paruh baya dan anak laki-lakinya yang baru lulus kuliah yang berasal dari kota gudeg Jogja. Sangat ramah sehingga kami tampak akrab dan seperti saudara padahal baru saja kenal hari itu.

Kembali ke Singapore

Berikutnya kami bertandas kembali ke Berjaya Square, makan malam sebentar dan langsung menuju Pool Bus Starmart Express yang akan mengantarkan kami ke Singapore kembali. Saya sarankan jangan membeli tiket bus ini di luar Berjaya Square (tepat dibawah stasiun monorail Imbi) karena harganya lebih mahal 10 RM. Lebih baik masuk ke dalam Berjaya Square, tanya kepada information center (pusat kenyataan, wkwk) dimana kantor starmart express. Pukul 23.00 kami berangkat dan pukul 04.00 pagi kami sudah tiba di Singapore. Busnya bagus dan ada tampat bersandar kaki sehingga membuat perjalanan menjadi lebih nyaman. Di Singapore, pool bus ini masih berada di sekitaran Bugis (daerah Lavender) sehingga kami memutuskan kembali ke Arab Street menuju Masjid Sultan untuk menunaikan ibadah subuh dan melakukan ritual tiduran sebentar, wkwk.

Oia, lagi-lagi saya tidak bisa mulus memasuki Singapore. Kembali ke ruang interogasi ditanyain segala macem dan diambil sidik jari pula, OH MY GOD ampun deh kalo ga penting2 banget ogah ke Singapore lagi haha.

Akhirnya kami menuju Changi Airport kembali melalui stasiun MRT terdekat, dan sesampainya di Changi jangan lupa minta deposit kartu EZ Link unlimited yang beberapa waktu lalu kami beli. Lumayan 10 S$ kembali per kartu yang dibeli.  Segera bergerak menuju terminal 1, check-in dan kami segera menunggu di ruang tunggu pesawat. Bandara Changi ini sangat livable sekali sehingga kita bisa tiduran, internetan dengan wifi yang sangat cepat dan bisa juga menghabiskan dolar Singapore di dalam karena banyak sekali toko-toko souvenir dan barang lainnya. Harganya? Ya kurang lebih tidak bersahabat lah haha. Take Off dan Jakarta, we’re coming.
Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan dari perjalanan singkat tersebut. Tak hanya itu kolega kami bertambah dan pengalaman kami menjadi lebih banyak. Benar kata Adele, you never know if you never try huehee. 

Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca cerita singkat bacot perjalanan saya dan kaka menyusuri dua negeri berdekatan itu. Semoga menginspirasi, samlekom J

0 komentar: