Wednesday, April 16, 2014

Ekskursi Lapangan Situ Patenggang bersama SM-IAGI Unpad


Jatinangor masih tumpah ruah dengan kendaraan yang stagnan di jalanan. Hujan yang deras pada malam sebelumnya membuat kawasan pendidikan yang secara administratif terletak di Kabupaten Sumedang ini mengalami bencana banjir yang kedua setelah hampir dua dekade sebelumnya tak pernah terjadi.  

Permulaan diatas menjadi awal mula pemandangan kami, keluarga besar SM-IAGI Unpad yang bergegas menuju gerbang kampus sebagai cek poin untuk mengikuti field excursion yang akan dilaksanakan di Situ Patenggang, Jawa Barat. Pukul 07.00 WIB, bus yang kami tumpangi mulai bergerak perlahan ditengah kemacetan panjang yang menghantui jatinangor kala itu. Butuh waktu hampir satu jam untuk menuju gerbang tol, padahal saat kondisi lancar hanya dibutuhkan waktu 5-10 menit dari kampus menuju gerbang tol Cileunyi.

Perjalanan menuju Situ Patenggang ditempuh dalam waktu 3 jam.  Situ Patenggang terletak di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bandung Selatan memang memiliki pesona alam yang luar biasa. Selain kawah putih, deretan kebun teh dan strawberry di sepanjang perjalanan memberikan sensasi pemandangan yang sangat indah. Tepat pukul 10.30 kami tiba di Situ (danau) yang penuh kisah historis itu. Seperti apa?

Dikutip dari papan pengumuman yang terletak di gerbang Situ Patenggang


“situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda, pateangan-teangan (saling mencari). Mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". Dewi Rengganispun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka”


Sebagai seksi mahasiswa yang merupakan turunan dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia, perjalanan kami menuju Situ Patenggang juga diisi dengan dongeng geologi mengenai sejarah keterbentukan dan aspek-aspek ilmiah lain yang mempengaruhi. Bertugas sebagai narasumber, Murni Sulastri, Suci Sarah, dan Rinaldi Ikhram memberikan pengetahuan kepada seluruh anggota SM-IAGI Unpad. Secara geologi, Situ Patenggang terbentuk karena bekas letusan gunung Patuha beberapa ratus tahun yang lalu yang membentuk kawah dan hingga akhirnya terisi oleh air. Objek wisata ini kemudian mulai ramai dikunjungi wisatawan pada tahun 1974.

berfoto bersama seluruh pengurus SM-IAGI Unpad


Tidak hanya itu, kegiatan kami disana juga diisi dengan sharing sesama pengurus yang dilanjutkan dengan mengeksplor keindahan di sekitar Situ.  berikut keseruan kami menyusuri indahnya Situ Patenggang.


sharing-sharing 1

sharing-sharing2

berfoto bersama ibu Sekjen


Terakhir, pesan saya untuk siapapun yang akan berkunjung kemanapun, jangan lupa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya serta wujudkan kelestarian alam dengan tidak mengganngu dan merusaknya. Terima kasih.




Epic!

0 komentar: