Saturday, October 17, 2015

Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 2


Hari kedua kami memulai agenda dengan mengunjungi Seoul NPO (Non Profit Organizations) Center dengan topik bahasan “Overview of Korea NPO Situation”. Institusi ini memiliki visi untuk menjadi aktivator kegiatan yang ditujukan untuk masyarakat sipil sekaligus mendukung keberlanjutan pengembangan NPO di berbagai wilayah, baik regional dan nasional. Secara umum, perkembangan NPO di Korea Selatan sudah dimulai sejak tahun 1940-an, dan seiring berjalannya waktu jumlah NPO di Korea Selatan meningkat tajam pada 14 tahun terakhir akibat banyaknya masalah yang semakin kompleks yang dihadapi manusia di era ini. Provinsi Seoul menjadi wilayah dengan jumlah NPO terbanyak yakni mencapai 24% dari total seluruh NPO yang ada di negeri ginseng ini.


Mendengarkan materi Overview of Korean NPO Situation  Seoul NPO Center
Mencari spot yang instagram-able, masih di sekitaran Seoul NPO Center


Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Seoul City Hall. Setelah melakukan office tour berkeliling selama satu jam di gedung yang merupakan “balai kota-nya” Seoul ini, kami mendapatkan pemaparan yang detail dan berkesan tentang Traffic Operation System, yang disingkat TOPIS. Seoul, sebagai salah satu kota terbesar di Asia sudah memiliki jalur transportasi yang apik dan terintegrasi. Bus dan MRT / Subway menjadi salah dua moda transportasi publik utama untuk menghubungkan berbagai distrik di seluruh penjuru kota. Projek ini terbilang sukses karena pemerintah melalui kebijakannya telah bersinergi menurunkan harga tiket baik untuk kereta dan bus, diimbangi dengan sekitar 90% warga Seoul adalah pengguna ponsel pintar, sehingga projek transportasi publik yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini mendapatkan respon positif dari warganya dengan indeks kepuasan mencapai 94%.  National Traffic Management Center (NTMC) di provinsi Seoul juga tampak begitu hi-tech atau technologically advanced. Penggunaan Loop detector, CCTV, On-road Weather Information System digunakan untuk menghimpun data lalu lintas di Seoul yang terintegrasi pada TOPIS. Saat ini pemerintah Seoul juga tengah mengembangkan projek Bus listrik untuk mengurangi penggunaan energi fosil.

Seoul City Hall
Fyi, bangunan berbentuk gelombang tsunami di belakang gedung tua berwarna coklat itu merupakan
bagian dari area balai kota Seoul yang sengaja dibuat untuk menyindir Jepang, sang musuh bebuyutan rakyat Korea.
Tempat ketiga yang kami kunjungi adalah Songpa-gu, salah satu dari tiga distrik terbesar di Seoul. Pemerintah Songpa-gu berperan besar menggalakkan program kewirausahaan (entrepreneurship) sekaligus mengentaskan pengangguran melalui program yang cepat (tidak berbelit) dan inovatif.

Berfoto bersama Pejabat Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta dan Pejabat Songpa-gu


Terakhir, penampilan kultural di Mapo Youth Center. kami menampilkan tiga tarian diantaranya Tari Saman, Tari Kembang Jatoh, dan Nandak Ondel-ondel. Alhamdulillah, semua merespon positif dengan komen “awesome” ; “daebak” ; “great” dsb, meskipun ada beberapa evaluasi seperti waktu persiapan dan gerakan tarian (nandak) yang kurang rapi. 

Mengenakan encim-sadariah, kami menaklukkan Mapo Youth Center


See also
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 1
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 3
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 4
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 5
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 6
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 7
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 8
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 9

Jakarta Sister City delegation to Seoul : Day 1


Jakarta Sister City (JSC) adalah program yang diusung Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta untuk menjalin kerjasama di bidang kepemudaan dengan kota kembar (sister city) di berbagai negara. Segala puji bagi Tuhan, setelah melalui berbagai tahapan baik proses seleksi yang sedemikian panjang, pelatihan materi melalui diskusi dan presentasi serta berbagai persiapan unjuk kesenian, akhirnya kami tiba di Incheon International Airport, Korea Selatan, Rabu 19 November pukul 09.00 waktu setempat. Seoul menjadi destinasi ketiga sekaligus penutup rangkaian program Jakarta Sister City tahun ini, setelah sebelumnya sukses memberangkatkan dua kontingen lain, yakni Beijing dan Berlin.

Delegasi JSC Seoul sesaat sebelum take-off di Soekarno Hatta International Airport 
dari kiri ke kanan
 Joko, Yusuf, Indra, Faris, Ihwan, Aim (pendamping), Lisye, Jessica, Oliv, Mila, Bina, Muthia


Hari pertama kami di Seoul, disambut langsung oleh beberapa panitia yang menamakan organisasi mereka sebagai “Global Activist”. Kim Seung-Hyun selaku presiden Global Activist kemudian memperkenalkan anggota tim-nya yang akan in-charge pada keseluruhan program diantaranya JJ, Moon-Yoong, dan Geum.

Tiba di Incheon International Airport setelah perjalanan 7-8 jam

Kegiatan pertama adalah orientasi program yang berlangsung di Seoul Young Entrepreneurship Center di Gangbuk. Kim menjelaskan pentingnya program pertukaran pemuda sebagai kunci utama memecahkan masalah-masalah global di dunia, seperti konflik antarnegara, isu-isu perdamaian, dan perkembangan ekonomi melalui kegiatan kewirausahaan yang berkelanjutan (entrepreneurship). Berhubungan dengan kepemimpinan (leadership), Kim menjelaskan bahwa kepemimpinan dipengaruhi oleh kerjasama dan asosiasi, sehingga menimbulkan integrasi yang terwujud dalam sebuah projek (kegiatan) dengan memberdayakan kekuatan lokal yang akan berdampak besar, baik nasional maupun global. Secara sederhana melalui bagan berikut :

Accelerate leadership: association à cooperation à integration à project à local à national/global impacts.


Lengkap! berbalut A1 di Seoul Young Entrepreneurship Center

            Sore harinya kami berkesempatan mengeksplor Sarangchae, sebuah pusat pertunjukan dan pameran yang terintegrasi di Seoul. Ditambah dengan pemandangan Gunung Bukak dan panorama rumah presiden Korea Selatan yang identik dengan warna birunya (blue house) semakin menyempurnakan hari pertama kami di kota paling yang paling banyak dikunjungi di Asia ini.

Depan : Sarangchae (exhibition area) | Belakang : Gunung Bukak | Samping kanan : Blue House

Berpose a la brand ambassador Semsong wkwkwk


See also

Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 2
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 3
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 4
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 5
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 6
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 7
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 8
Jakarta Sister City Delegation to Seoul : Day 9

Tuesday, December 2, 2014

Call for Application YSEALI Academic Fellows 2015

YSEALI Academic Fellows

What is it?
Starting in spring 2015, over the course of a year, Indonesian YSEALI Academic Fellows will join fellows from other ASEAN countries to take part in academic institutes in one of three core YSEALI themes:
  • Civic engagement
  • Environment and natural resources management
  • Entrepreneurship and economic development

These five week institutes, held on the campus of a U.S. university or college, will include an academic residency, leadership development, an educational study tour, local community service activities, and opportunities to engage with American peers. The program will conclude in Washington, D.C. to allow for engagement with policymakers, governmental representatives, businesses, and think tanks.

Who is eligible to apply?
Young leaders from all 10 ASEAN countries who are current undergraduate or graduate students or recently graduated.

How do I apply?
Complete and submit your application to YSEALIjkt@state.gov beforeDecember 31, 2014. Applicants must also submit one scanned letter of recommendation.  Please note that applicants must indicate on theapplication form to which one institute they are applying and answer the essay question.

Technical Eligibility Requirements
  • Applicants must be:
  • Between the ages of 18 and 25 at the time of application;
  • A citizen of one of the following countries: Brunei, Burma, Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Philippines, Singapore, Thailand, and Vietnam;
  • A resident of one of the following countries: Brunei, Burma, Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Philippines, Singapore, Thailand, and Vietnam;
  • A full-time undergraduate student or graduated in the past four years from college, university, or other institutions of higher learning;
  • Proficient in reading, writing, and speaking English; and
  • Eligible to receive a United States J-1 visa.


Selection Criteria
Applicants should:
  • Demonstrate strong leadership qualities and potential in their university, place of work,  and/or community;
  • Demonstrate interest, knowledge, or professional experience in one of the YSEALI themes;
  • Demonstrate a commitment or interest in community service, volunteerism, or mentorship;
  • Indicate a serious interest in learning about the United States and ASEAN as a region;
  • Be willing to actively participate in an intensive academic program, community service, and study tour;
  • Have a commitment to return to their home country to apply leadership skills and training to benefit their community, country, or the ASEAN region; and
  • Preferably have little or no prior study or travel experience in the United States.


Questions?


Questions?

Want to know more regarding how this program ran this year, check it out Overview Study of The U.S Institutes on Environmental Issues 2014 (anyway SUSI 2014 is the first officialy recognized YSEALI program)

source : http://jakarta.usembassy.gov/yseali/academic-fellows.html


Tuesday, September 30, 2014

Profil Grandfinalis Hilo Green Ambassador 2014

Hai teman2, apa kareba semuanya? bajik bajik? hehe

Sebulan kemarin rasanya campur aduk sekali, antara bahagia - bersyukur - sedih - deg-degan dsb. Sudah pada tahu dong kalau saya terpilih jadi grandfinalis Hilo Green Ambassador 2014 (eheum) dan dipercaya mewakili provinsi dengan populasi terbanyak di negeri ini, Jawa Barat. Sempet agak shocked saat diumumkan sebagai grandfinalis melalui akun instagram dan twitter @Hilo, kenapa? Ya, saya takut dibully. sebagai seorang calon insinyur yg notabene jarang ikut-ikutan kompetisi beginian, saya termasuk yg sedikit 'nyeleneh'. satu lagi, belum siap jadi artis! hahaha
Well, yg membuat saya kemudian berani dan siap mental adalah konsep HGA itu sendiri, sebagai kontes yg berkomitmen mencari inspirasi muda yang berwawasan lingkungan dan bisa membawa pegaruh positif kepada masyarakat melalui gaya hidup hijau. Bukan poin kecantikan dan kegantengan yg utama, meskipun sebenernya kalo mengandalkan ketampanan saja saya sudah pasti akan menang, MENANGishhhh! heheheMenjadi satu dari 16 greenboosters yang luar biasa adalah suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi saya. Ingin tahu seperti apa sih profil ke-enambelas green warrior alias grandfinalis Hilo Green Ambassador 2014 ini. Yuk mari.
Ke-16 grandfinalis Hilo Green Ambassador 2014
 1. Merrie – DKI Jakarta 1 Mahasiswi S2 Manajemen ini masuk sebagai Top 10 Social Business Plan terbaik 2014 se-asia tenggara lewat venture Nusantara Salt dan Greenpreuner ini juara 1 marketing plan lewat proyek investasi hijau

2. Septy – Sumatera Selatan Member social community AIESEC dan salah satu pentolan Hilo Bandung ini sering berpartisipasi dalam aksi hijau di CFD Dago dan lapangan Gasibu. Dia juga berhasil menjadi Exchange student di Univerzita Konstantina Filozofa Slovakia.

3. Maria – Sumatera Utara Co-founder dari Yayasan Indonesia Tangguh yg bergerak di bidang lingkungan ini pernah mendapatkan pelatihan dari Disaster Mitigation Agency, selain itu dia juga terlibat dalam proyek Early Warning System untuk monitoring banjir.

4. Zulfina – Sulawesi Tenggara Dia adalah seorang active member IAAS UB dan pernah berpartisipasi dalam IWOCA 2014 bertema Greeneration to Lead GreenFuture, berhasil pula sebagai Youth delegate ISYF INA 2014 bertema Marine Tourism Sustainability.
5. Cordela – Kalimantan Timur Seorang presenter acara jalan-jalan di JTV Malang yg berpartisipasi di WWF ID Tiger Warrior, dan sebagai Miss Floral 2013 dia terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Lia juga seorang Finalis GADIS Sampul 2008.
6. Mayang – Lampung Bersama tim SMA nya pernah memenangkan kompetisi Toyota Eco Youth 2009 dengan proyek pembuatan pupuk kompos, dia juga aktif sebagai Member BEM Fak. Kedokteran Universitas Lampung dan Ketua divisi SCORA Gen CFK Universitas Lampung.
7. Hendita – RIAU Putri Lingkungan Malang 2014 ini adalah Fundrising Coordinator EH Malang yg mengedukasi gaya hidup hemat energi kepada siswa-siswi SD. Besar di Bumi Lancang Kuning, dan pernah terlibat revitalisasi sungai.
8. Vania – Sulawesi Utara Co-founder NGO AV Peduli ini adalah pemenang International Young Eco Hero di USA dan penerima Satyalancana Wira Karya dari Bapak Wakil Presiden Boediono. Dia juga peraih rekor MURI dengan 4 penghargaan internasional di bidang lingkungan dlm waktu 2 th.
9. Neo – Jawa TengahMahasiswa Perikanan dan Kelautan Universitas Diponegoro yang juga diver UKSA 387 Universitas Diponegoro ini aktif mengedukasi masyarakat Jawa Tengah tentang ekosistem laut. Selain itu, Neo juga aktif sebagai News Anchor TVB semarang dan Duta Wisata yg mempromosikan Eco tourism.
10. Dika – Jawa Timur Dokter muda RSUD Dr.Saiful Anwar yg sedang mengambil studi S2 Biomedical Fak.Kedokteran ini pernah menjadi delegasi konferensi perubahan iklim internasional. Sebagai Duta Tunas Hijau Dika juga meneliti bakau sebagai pengurang limbah logam berat.
11. Regent – Bangka Belitung Presiden LSPR 4C STIKOM LSPR ini menginisiasi edukasi hijau yang unik melalui Flashmob dan Marching Band berjudul “Heart Mob Untuk Bumi”. Regent juga mengusung proyek “2 Side Thesis for Last Semester Students” di lingkungan kampus.
12. Laify – DKI Jakarta II Green Blogger ini pernah meraih piala perunggu di kompetisi Caraka Festival 2012 melalui iklan radio tentang pelestarian orang utan.
13. Fikri – D.I. Yogyakarta Mahasiswa Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta yg meneliti tentang obat kanker berbasis bahan alam ini adalah co-founder komunitas anti rokok. Cowok ringi ini juga berpengalaman sebagai Regional Project Officer di IPSF APRO
14. Zacky – Sulawesi Selatan Zacky adalah ketua komunitas Hilo Makassar dan aktif menginisiasi aksi Edu Green seperti filedtrip ke Rumah Hijau Denassa. Dia juga aktif sebagai Blogger yang rutin menulis artikel dan membuat video tentang Edu Green.
15. Yusuf – Jawa Barat Founder proyek penanggulangan bencana Gesture Project ini adalah delegasi ASEAN Students Environmental Forum di Tokyo dan Delegasi ECA at State on Global Environmental Issues di Hawaii.
16. Carlos – Nusa Tenggara Barat Offline Campaign Coordinator di @EHMataram ini pernah mengikuti program student exchange yes program news di USA ketika SMA. Dan Ketua HiLo Lombok ini juga pernah menginisiasi mangrove planting di Pantai Sekotong.http://www.hilo.co.id/green-ambassador/grand-finalist/profile nantikan cerita keseruan karantina dan grandfinal #HGA2014 yes! will be released soon :) 

Friday, August 29, 2014

Jelajah Africa Van Java : Taman Nasional Baluran

Hai hai, Gelologic is coming back!

Mohon ampun sudah meninggalkan rumah ini sekian bulan dan menelantarkannya begitu saja haiyah. Mohon Maaf Lahir Batin juga saya ucapkan pada semua pembaca setia blog gelologic semoga ibadah kita di bulan suci kemarin dapat diterima oleh Allah SWT hehe. Amin Ya Robbal Alamin!! #telatbanget

Baiklah, liburan semester kemarin saya berkunjung ke salah satu destinasi yang cukup 'cool' dan tengah menjadi perbincangan di kalangan para traveller. Yes, Taman Nasional Baluran yang terletak di kampug nenek saya yakni Kabupaten Situbondo, Jawa Timur adalah jawabannya.

Welcome to Baluran.



Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran. (dephut.go.id). 

hamparan savana

menunaikan rutinitas kekinian : selfie! hahaha
Nah, perlu kalian ketahui bahwa Taman Nasional seluas 250 kilometer persegi ini adalah habitat bagi 444 jenis flora dan puluhan mamalia, serta ratusan burung. Yang paling terkenal tentu saja adalah rusa dan banteng yang notabene merupakan maskot dari Taman Nasional Baluran. 

a la tim natgeo!


Tak heran, hutan gersang yang menawan ini kemudian beken dengan sebutan Africa Van Java. It's all superb! Tak hanya itu, pesona alam hutan lindung yang satu ini juga semakin lengkap dengan wisata pantai yang masih merupakan kesatuan ekosistem yang sangat lengkap, yakni hutan, gunung, dan pantai.


I (have) spotted myself as if in The Africa (of Java), wohooo!!

Selamat datang di Pantai Bama. Tanpa o di awal kata ya, haha ~

Bagi kalian yang ingin berkunjung ke sini, cukup membayar Rp5.000 saja per orang, kalian akan menikmati wisata safari yang eksotis di ujung timur Pulau Jawa ini. Berikut keseruan saya dan teman-teman SMA menjelajah Taman Nasional Baluran.

Pesona Pantai Bama 

Ini, menara yang dikhusukan untuk melihat panorama alam yang luar biasa! patut dicoba.

Berfoto bersama Catherine, wisatawan asal Amerika yang sangat ramah!

Begitulah kisah perjalanan saya mengeksplor keindahan alam Indonesia yang sungguh istimewa. Bagi teman-teman yang hendak berkunjung ke Bali via perjalanan darat, bisa singgah sebentar sebelum meninggalkan situbondo untuk menikmati pesona Taman Nasional Baluran. Selamat berpetualang!

Sunday, June 29, 2014

Overview : Study of The U.S Institutes on Global Environmental Issues 2014


ALOOOHA!!

Did you guys miss me already? It’s been more than six weeks ago, the last time I posted something into this lovely though such an amateur blog, haha. And I am so hilarious today that every Muslim in all over the world has to face the holy time, Ramadhan in thirty days onward. Happy fasting everyone, May God grants all of our prayer.

Well, in this belated opportunity I am going to come up with introduction, what is SUSI program?

SUSI stands for Study of The US Institutes, a part of abundant programs held by Government of United States (Department of State) through the US embassy that has bilateral cooperation with certain countries. SUSI has some branches of subject that differentiate its focus. The one which I am recently involved is SUSI on Global Environmental Issues. The first officially recognized YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiatives) program that brought vibrant young people from various countries in South East Asia to develop their leadership skills as well as preparing them to address the 21st century challenges on environmental aspect.

This year’s program invited nineteen young people from five countries in ASEAN to participate such as Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore and The Philippines.  Do you want to know how do they look like, their accomplishments and to-implement projects as well?  Check it out here à YSEALI 2014 Participants.

SUSI 'YSEALI' on Global Environmental Issues 2014 Participants  

For your information, we wore our traditional or national costume to characterize our local identity, and for mine I was wearing traditional attire, particularly ‘Silat’ costume from Sumatera Barat hehe :D

What makes me grateful, been chosen on this ‘cool’ program is actually indescribable. Besides met new awe-inspiring friends, you probably find some new different things about The US and their daily life. I got more learning style on how you build the team, come up with solution to overcome your own surrounding problems and the most important one, you are about to know yourself deeper after complete the entire learning process.

You will have an experience to explore United states for five weeks which comprises Hawaii for three weeks in a different perspective, then move to Boulder, Colorado to feel the sense living in the Top 10 greenest city in The U.S and finalized your great day up there in the capital city, Washington D.C.

First three weeks

The first place to visit would be Honolulu in Oahu Island, Hawaii. Learn specifically about agriculture by visiting Hawaii Agricultural Research Center, creating idea to preserve natural resources in Hawai’i and discussing the development of renewable energy with Hawaiian family within three days home stay program. On our free day, my colleagues and I proved the beauty of Hawaiian Island by visiting The Great Diamond Head, Well known Waikiki Beach and many other great landmarks.  Is that exciting enough? Yes, for sure. Let’s check the complete story here (to be released soon).

I was standing in the front landmark of University of Hawaii at Manoa

Next couple days

My journey then continued to Boulder, in the state of river, Colorado. Learning the urban planning session with famous architect, feel the true taste of being a short-term citizen in a green city which implements go green principles such as bike-ability, green buildings certification and waste recycling development. Would you like to know more How was I doing there? Find out here (to be released soon)

Hi, I was in Boulder, Colorado!

Final days

The last five days, we explored the magnificent Washington in District of Columbia. Developing, preparing and finalizing our home project, then doing pitch for grant competition in front of The U.S Department of State Officer, Mr. Kevin Orchison. Institutional visit to Senate Office and definitely exploring the splendid Washington Monument, The Capitol and any other great places. Grab more experiences in D.C up here (to be released soon)

Final Graduation in DC, wohooo!


Well, gelologic lovers, I believe that those past five weeks were so remarkable enough in whole of my life. I hope you guys can pick good value that I want to spread through this personal blog. See you in the few coming time. Let me finish my exam first hahaha :’)     

Wednesday, May 7, 2014

Tuesday, April 22, 2014

Selamat Hari Bumi 2014


Selamat Hari Bumi untuk seluruh saudara-saudara sedunia. Jadikan momentum ini sebagai upaya untuk terus menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Caranya? Yuk simak langkah sederhana peduli lingkungan berikut ini :

1. Buang sampah pada tempatnya! Jangan biarkan bervceceran di sekitar anda.
2. Hemat air dan energi!
3. Pilihlah berjalan kaki daripada menaiki angkutan atau kendaraan (bila jarak tidak terlalu jauh)!
4. Bawalah botol minum sendiri, untuk mengurangi kemasan air mineral!
5. Jangan buang2 kertas/tisu/dll untuk hal-hal yang tidak penting! kecilkan font tulisan kamu untuk mengurangi penggunaan kertas baik untuk tugas, skripsi, dsb (hehe)
6. Jangan lupa ingatkan teman-teman dan saudara kita untuk terus bertanggungjawab terhadap keberlanjutan kehidupan di bumi!

INGATLAH BAHWA

We Do Not Inherit the Earth from Our Ancestors; We Borrow It from Our Children.


photo courtessy : WWF ID

Wednesday, April 16, 2014

Ekskursi Lapangan Situ Patenggang bersama SM-IAGI Unpad


Jatinangor masih tumpah ruah dengan kendaraan yang stagnan di jalanan. Hujan yang deras pada malam sebelumnya membuat kawasan pendidikan yang secara administratif terletak di Kabupaten Sumedang ini mengalami bencana banjir yang kedua setelah hampir dua dekade sebelumnya tak pernah terjadi.  

Permulaan diatas menjadi awal mula pemandangan kami, keluarga besar SM-IAGI Unpad yang bergegas menuju gerbang kampus sebagai cek poin untuk mengikuti field excursion yang akan dilaksanakan di Situ Patenggang, Jawa Barat. Pukul 07.00 WIB, bus yang kami tumpangi mulai bergerak perlahan ditengah kemacetan panjang yang menghantui jatinangor kala itu. Butuh waktu hampir satu jam untuk menuju gerbang tol, padahal saat kondisi lancar hanya dibutuhkan waktu 5-10 menit dari kampus menuju gerbang tol Cileunyi.

Perjalanan menuju Situ Patenggang ditempuh dalam waktu 3 jam.  Situ Patenggang terletak di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bandung Selatan memang memiliki pesona alam yang luar biasa. Selain kawah putih, deretan kebun teh dan strawberry di sepanjang perjalanan memberikan sensasi pemandangan yang sangat indah. Tepat pukul 10.30 kami tiba di Situ (danau) yang penuh kisah historis itu. Seperti apa?

Dikutip dari papan pengumuman yang terletak di gerbang Situ Patenggang


“situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda, pateangan-teangan (saling mencari). Mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". Dewi Rengganispun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka”


Sebagai seksi mahasiswa yang merupakan turunan dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia, perjalanan kami menuju Situ Patenggang juga diisi dengan dongeng geologi mengenai sejarah keterbentukan dan aspek-aspek ilmiah lain yang mempengaruhi. Bertugas sebagai narasumber, Murni Sulastri, Suci Sarah, dan Rinaldi Ikhram memberikan pengetahuan kepada seluruh anggota SM-IAGI Unpad. Secara geologi, Situ Patenggang terbentuk karena bekas letusan gunung Patuha beberapa ratus tahun yang lalu yang membentuk kawah dan hingga akhirnya terisi oleh air. Objek wisata ini kemudian mulai ramai dikunjungi wisatawan pada tahun 1974.

berfoto bersama seluruh pengurus SM-IAGI Unpad


Tidak hanya itu, kegiatan kami disana juga diisi dengan sharing sesama pengurus yang dilanjutkan dengan mengeksplor keindahan di sekitar Situ.  berikut keseruan kami menyusuri indahnya Situ Patenggang.


sharing-sharing 1

sharing-sharing2

berfoto bersama ibu Sekjen


Terakhir, pesan saya untuk siapapun yang akan berkunjung kemanapun, jangan lupa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya serta wujudkan kelestarian alam dengan tidak mengganngu dan merusaknya. Terima kasih.




Epic!