Sunday, June 29, 2014

Overview : Study of The U.S Institutes on Global Environmental Issues 2014


ALOOOHA!!

Did you guys miss me already? It’s been more than six weeks ago, the last time I posted something into this lovely though such an amateur blog, haha. And I am so hilarious today that every Muslim in all over the world has to face the holy time, Ramadhan in thirty days onward. Happy fasting everyone, May God grants all of our prayer.

Well, in this belated opportunity I am going to come up with introduction, what is SUSI program?

SUSI stands for Study of The US Institutes, a part of abundant programs held by Government of United States (Department of State) through the US embassy that has bilateral cooperation with certain countries. SUSI has some branches of subject that differentiate its focus. The one which I am recently involved is SUSI on Global Environmental Issues. The first officially recognized YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiatives) program that brought vibrant young people from various countries in South East Asia to develop their leadership skills as well as preparing them to address the 21st century challenges on environmental aspect.

This year’s program invited nineteen young people from five countries in ASEAN to participate such as Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore and The Philippines.  Do you want to know how do they look like, their accomplishments and to-implement projects as well?  Check it out here à YSEALI 2014 Participants.

SUSI 'YSEALI' on Global Environmental Issues 2014 Participants  

For your information, we wore our traditional or national costume to characterize our local identity, and for mine I was wearing traditional attire, particularly ‘Silat’ costume from Sumatera Barat hehe :D

What makes me grateful, been chosen on this ‘cool’ program is actually indescribable. Besides met new awe-inspiring friends, you probably find some new different things about The US and their daily life. I got more learning style on how you build the team, come up with solution to overcome your own surrounding problems and the most important one, you are about to know yourself deeper after complete the entire learning process.

You will have an experience to explore United states for five weeks which comprises Hawaii for three weeks in a different perspective, then move to Boulder, Colorado to feel the sense living in the Top 10 greenest city in The U.S and finalized your great day up there in the capital city, Washington D.C.

First three weeks

The first place to visit would be Honolulu in Oahu Island, Hawaii. Learn specifically about agriculture by visiting Hawaii Agricultural Research Center, creating idea to preserve natural resources in Hawai’i and discussing the development of renewable energy with Hawaiian family within three days home stay program. On our free day, my colleagues and I proved the beauty of Hawaiian Island by visiting The Great Diamond Head, Well known Waikiki Beach and many other great landmarks.  Is that exciting enough? Yes, for sure. Let’s check the complete story here (to be released soon).

I was standing in the front landmark of University of Hawaii at Manoa

Next couple days

My journey then continued to Boulder, in the state of river, Colorado. Learning the urban planning session with famous architect, feel the true taste of being a short-term citizen in a green city which implements go green principles such as bike-ability, green buildings certification and waste recycling development. Would you like to know more How was I doing there? Find out here (to be released soon)

Hi, I was in Boulder, Colorado!

Final days

The last five days, we explored the magnificent Washington in District of Columbia. Developing, preparing and finalizing our home project, then doing pitch for grant competition in front of The U.S Department of State Officer, Mr. Kevin Orchison. Institutional visit to Senate Office and definitely exploring the splendid Washington Monument, The Capitol and any other great places. Grab more experiences in D.C up here (to be released soon)

Final Graduation in DC, wohooo!


Well, gelologic lovers, I believe that those past five weeks were so remarkable enough in whole of my life. I hope you guys can pick good value that I want to spread through this personal blog. See you in the few coming time. Let me finish my exam first hahaha :’)     

Wednesday, May 7, 2014

Tuesday, April 22, 2014

Selamat Hari Bumi 2014


Selamat Hari Bumi untuk seluruh saudara-saudara sedunia. Jadikan momentum ini sebagai upaya untuk terus menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Caranya? Yuk simak langkah sederhana peduli lingkungan berikut ini :

1. Buang sampah pada tempatnya! Jangan biarkan bervceceran di sekitar anda.
2. Hemat air dan energi!
3. Pilihlah berjalan kaki daripada menaiki angkutan atau kendaraan (bila jarak tidak terlalu jauh)!
4. Bawalah botol minum sendiri, untuk mengurangi kemasan air mineral!
5. Jangan buang2 kertas/tisu/dll untuk hal-hal yang tidak penting! kecilkan font tulisan kamu untuk mengurangi penggunaan kertas baik untuk tugas, skripsi, dsb (hehe)
6. Jangan lupa ingatkan teman-teman dan saudara kita untuk terus bertanggungjawab terhadap keberlanjutan kehidupan di bumi!

INGATLAH BAHWA

We Do Not Inherit the Earth from Our Ancestors; We Borrow It from Our Children.


photo courtessy : WWF ID

Wednesday, April 16, 2014

Ekskursi Lapangan Situ Patenggang bersama SM-IAGI Unpad


Jatinangor masih tumpah ruah dengan kendaraan yang stagnan di jalanan. Hujan yang deras pada malam sebelumnya membuat kawasan pendidikan yang secara administratif terletak di Kabupaten Sumedang ini mengalami bencana banjir yang kedua setelah hampir dua dekade sebelumnya tak pernah terjadi.  

Permulaan diatas menjadi awal mula pemandangan kami, keluarga besar SM-IAGI Unpad yang bergegas menuju gerbang kampus sebagai cek poin untuk mengikuti field excursion yang akan dilaksanakan di Situ Patenggang, Jawa Barat. Pukul 07.00 WIB, bus yang kami tumpangi mulai bergerak perlahan ditengah kemacetan panjang yang menghantui jatinangor kala itu. Butuh waktu hampir satu jam untuk menuju gerbang tol, padahal saat kondisi lancar hanya dibutuhkan waktu 5-10 menit dari kampus menuju gerbang tol Cileunyi.

Perjalanan menuju Situ Patenggang ditempuh dalam waktu 3 jam.  Situ Patenggang terletak di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bandung Selatan memang memiliki pesona alam yang luar biasa. Selain kawah putih, deretan kebun teh dan strawberry di sepanjang perjalanan memberikan sensasi pemandangan yang sangat indah. Tepat pukul 10.30 kami tiba di Situ (danau) yang penuh kisah historis itu. Seperti apa?

Dikutip dari papan pengumuman yang terletak di gerbang Situ Patenggang


“situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda, pateangan-teangan (saling mencari). Mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". Dewi Rengganispun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka”


Sebagai seksi mahasiswa yang merupakan turunan dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia, perjalanan kami menuju Situ Patenggang juga diisi dengan dongeng geologi mengenai sejarah keterbentukan dan aspek-aspek ilmiah lain yang mempengaruhi. Bertugas sebagai narasumber, Murni Sulastri, Suci Sarah, dan Rinaldi Ikhram memberikan pengetahuan kepada seluruh anggota SM-IAGI Unpad. Secara geologi, Situ Patenggang terbentuk karena bekas letusan gunung Patuha beberapa ratus tahun yang lalu yang membentuk kawah dan hingga akhirnya terisi oleh air. Objek wisata ini kemudian mulai ramai dikunjungi wisatawan pada tahun 1974.

berfoto bersama seluruh pengurus SM-IAGI Unpad


Tidak hanya itu, kegiatan kami disana juga diisi dengan sharing sesama pengurus yang dilanjutkan dengan mengeksplor keindahan di sekitar Situ.  berikut keseruan kami menyusuri indahnya Situ Patenggang.


sharing-sharing 1

sharing-sharing2

berfoto bersama ibu Sekjen


Terakhir, pesan saya untuk siapapun yang akan berkunjung kemanapun, jangan lupa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya serta wujudkan kelestarian alam dengan tidak mengganngu dan merusaknya. Terima kasih.




Epic!

Monday, March 31, 2014

Ayo Buang Sampah Pada Tempatnya!



Berbicara tentang sampah memang tidak bisa serta merta begitu saja. Perlu beberapa kali untuk meyakinkan teman-teman saya, bahwa masalah yang dianggap sepele ini sejatinya merupakan hal yang serius. Kalau boleh saya mengecam, maka orang yang akan saya kecam adalah mereka yang terdidik tapi tetap membuang sampah tidak pada tempatnya. Kenapa bisa? Jawabannya sederhana. Kita sebagai kaum yang merasakan kemerdekaan mendapatkan pendidikan adalah yang paling bertanggung jawab dalam membawa perubahan pada negeri ini. Bukan justru generasi sampah yang mengotori.

 Jadi begini, sikap saya yang tegas terhadap orang-orang ‘bandel’ yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya memang sedikit banyak diilhami setelah saya mendapatkan kesempatan “berguru” singkat di negeri matahari terbit. Budaya masyarakat ‘Nihonjin’ atau orang Jepang yang jempol abis membuat saya terkesima dan ingin mengaplikasikannya pada orang-orang di sekitar saya. Betapa tidak, selama delapan hari disana saya tidak pernah menjumpai ada kotoran atau sampah berceceran di jalan, apalagi tempat umum yang berjubel manusia. Toilet di tempat umum manapun selalu dalam keadaan bersih dan rapih. Orang Jepang nampaknya sadar betul bahwa kesadaran terhadap lingkungan akan sangat mempengaruhi kelanjutan hidup mereka. Padahal, tidakkah kita sadar bahwa sebagian besar mereka adalah penganut Atheis alias tidak beragama. Bandingkan dengan kita yang mayoritas muslim, bahkan Negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Adakah hubungannya?

Jalanan di Tokyo, tidak pernah ada kotoran berceceran

Islam adalah rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh umat manusia. Rasulullah pun mengajarkan kepada kita bahwa “An-nadhofatu minal iman” yang artinya “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Secara implisit pernyataan diatas bisa kita negasikan sehingga bermakna siapa yang tidak bersih (tidak memelihara kebersihan) maka dia tidak beriman. Nah lho, masih mau buang sampah sembarangan? Banyak lho dampak yang Anda sumbangkan kalau sampah dibiarkan berceceran begitu saja.

  1.  Lingkungan tidak asri, tidak enak dipandang, dan terkesan kumuh
  2. Penyebab bakteri yang menjadi ladang mewabahnya penyakit.      
  3.  Jika sampah anorganik, maka tidak bisa diuraikan oleh tanah sehingga akan menumpuk dan merusak lingkungan biotik
  4. Secara sosial menunjukkan bahwa kita adalah masyarakat yang tidak berbudaya
  5. Jika terus menerus terjadi, jangan salahkan kalau banjir kemudian terjadi

Kemudian bolehkah saya bertanya, siapakah gerangan yang harus dipersalahkan? Apakah keyakinan kita kepada Tuhan justru melunturkan sikap-sikap terpuji yang diwajibkan?

Yuk buang sampah pada tempatnya! ilustrasi gambar oleh
 
pm70reguler.blogspot.com
Terlepas dari Jepang merupakan Negara maju dengan pembangunan yang tergolong merata, inilah saatnya bagi kita untuk berkaca dan berintrospeksi. Apa yang salah, kita renungi sama-sama dan tarik benang merah. Siapapun Anda, tolong sekali lagi sadarlah untuk membuang sampah di tempat sampah. Jika dalam perjalanan tidak terdapat tempat sampah di sekitar, maka simpanlah dulu sampah Anda di tas atau saku baju hingga Anda menemukannya. Sangat sederhana kan?